Apa Perbedaan Sekolah Pilot Dalam dengan Luar Negeri?

Anda ingin menyekolahkan anak ke sekolah pilot? Ketika anak memiliki passion yang tinggi & bakat dalam dunia penerbangan, mendaftarkan dia ke sekolah pilot memang keputusan yang tepat. Dengan begitu, anak jadi lebih semangat menimba ilmu. Dia juga dapat mengasah bakat yang dimiliki yang pada gilirannya menjadi modal untuk menjadi pilot, profesi yang diidamkan lantaran dianggap mapan. Btw, mau daftarkan anak ke sekolah pilot dalam atau luar negeri? Kalau masih bingung, coba simak beberapa perbedaannya di bawah ini.

Durasi belajar

Untuk urusan durasi belajar, perbedaannya terbilang cukup signifikan. Kalau di tanah air, durasi belajar yang ditawarkan sekitar 18 bulan bahkan lebih. Bagaimana dengan durasi belajar yang ditawarkan oleh sekolah pilot luar negeri? Sekitar 12 bulan saja. Hal ini bisa dipengaruh oleh fasilitas memadai yang dimiliki sekolah pilot luar negeri sehingga tidak membuat para kadetnya menunggu latihan terbang yang dapat memperpanjang waktu kelulusan. JIka ingin anak cepat masuk ke dunia kerja, memilih sekolah pilot luar negeri jadi keputusan yang tepat.

Biaya pendidikan

Biaya pendidikan sekolah penerbangan di tanah air bisa dibilang lebih mahal dibanding sekolah pilot luar negeri. Mengapa? Ini beberapa alasan yang mendasarinya:

  • Sekolah pilot dalam negeri harus impor pesawat latih & simulator. Kedua fasilitas ini sangat diperlukan dalam dunia penerbangan. Biaya untuk pembelian fasilitas ini tidak sedikit. Ditambah lagi biaya pengirimannya dari luar negeri. Tak heran kalau biaya pendidikan sekolah pilot di tanah air sangat mahal. Kalau sekolah pilot luar negeri terutama sekolah pilot yang bermarkas di Amerika, tidak perlu impor karena Amerika yang menjadi produsen pesawat latih.
  • Instruktur penerbangan juga harus didatangkan dari luar negeri. Kebanyakan instruktur penerbangan di sekolah pilot tanah air berkewarganegaraan asing. Tentunya tak sedikit untuk memberikan upah kepada mereka terlebih jika telah mengantongi pengalaman yang mumpuni yang bisa dilihat dari jam terbang tinggi yang dimilikinya.
  • Bayar pajak barang mewah. Sekolah pilot tanah air juga harus membayar pajak barang mewah atas pesawat yang bakal dibebankan kepada seluruh kadet melalui biaya pendidikan yang ditawarkan. Kalau di luar negeri seperti Amerika, diketahui tidak ada pembebanan pajak untuk barang mewah.

Lisensi                                                                                                                                 

Ketika anak memiliki lisensi dari sekolah pilot dalam negeri, anak bisa langsung membangun karir di maskapai penerbangan Indonesia pasca lulus (tentunya setelah memenuhi persyaratan yang diajukan sekaligus lolos dalam seleksi yang diadakan oleh pihak airline). Apabila anak memperoleh lisensi dari sekolah pilot luar negeri, anak tidak bisa langsung meniti karir di dalam negeri. Dia harus terlebih dahulu melakukan penyetaraan lisensi dengan mengikuti kursus singkat (berlangsung 2 hingga 4 bulan tergantung cuaca) atau dalam dunia penerbangan disebut dengan endorsement. Perlu Anda ketahui bahwa ada biaya untuk mengikuti endorsement ini. Biayanya tergantung sekolah pilot tanah air yang Anda pilih.

Semua keputusan faktanya memiliki resiko, termasuk dalam memilih sekolah pilot. Dengan memilih sekolah pilot dalam negeri, anak tidak merasakan culture shock sekaligus bisa langsung berkarir di dalam negeri setelah lulus, tapi durasi belajarnya bisa lebih lama & biaya pendidikannya bisa lebih mahal. Kalau pilih sekolah pilot luar negeri, durasi belajarnya memang singkat & biaya pendidikannya relatif murah, tapi biaya komunikasi dengan anak mahal, anak bisa mengalami culture shock, dan setelah lulus harus ikut endorsement jika ingin berkarir di dalam negeri. Keputusan tergantung Anda, mana konsekuensi yang paling bisa diterima. Jika masih kesulitan, gunakan jasa konsultan sekolah pilot.

Tips Masuk Sekolah Pilot untuk Kamu yang Bukan dari Jurusan IPA

Dunia penerbangan erat kaitannya dengan perhitungan matematika & fisika. Tak heran jika kebanyakan sekolah pilot mengutamakan calon kadet merupakan jebolan jurusan IPA. Pertanyaannya adalah apakah yang berasal dari jurusan IPS harus mengubur impian jadi pilot? Tentu saja tidak. Kamu masih memiliki peluang masuk sekolah pilot meskipun bukan alumni bidang IPA. Ikuti beberapa tips berikut ini untuk memperbesar peluang masuk sekolah pilot:

Lengkapi semua dokumen yang dipersyaratkan

Mereka yang dari jurusan IPA sekalipun berpotensi gagal seleksi administrasi sekolah pilot jikalau tidak melengkapi dokumend-dokumen yang dipersyaratkan. Oleh karenanya, perbesar peluang lolos tes administrasi meski kamu dari jurusan IPS dengan melengkapi semua dokumen yang diperlukan seperti: ijazah terakhir, fotokopi KTP, akta kelahiran, SKCK, pas foto berwarna terbaru dengan background warna merah, serta surat keterangan dokter yang menyatakan bebas narkoba dan buta warna. Segera urus dokumen yang belum ada atau yang sudah habis masa berlakunya.

Daftar di sekolah yang tidak mengadakan tes akademik

Untuk menjadi siswa di sekolah penerbangan, ada sejumlah tes yang harus diikuti seperti: tes akademik (matematika & fisika), aptitude test (bakat terbang), psikotest, dan juga wawancara. Akan tetapi, tes akademik tidak diadakan oleh semua sekolah pilot. Mengingat kamu bukan jebolan jurusan IPA, sebaiknya tidak memaksakan diri mendaftar di sekolah pilot yang mengadakan tes akademik karena alasan sekolah tsb favorit banyak orang. Jika kamu gagal, biaya pendaftaran yang besarnya sekitar 13 jutaan bakalan terbuang percuma. Di samping itu, impian untuk menimba ilmu penerbangan bakal tertunda. Lebih baik cari “jalan aman” dengan mendaftarkan diri di sekolah pilot tanpa tes akademik. Bahkan, Konsultan Pendidikan Pilot terbaik pun sangat menyarankan ide ini.

Fokus meningkatkan score TOEFL

Tidak masalah jika kamu bukan dari jurusan IPA, asalkan kamu punya skill bahasa Inggris yang oke. Kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan karena bahasa pengantar (terutama jika instruktur penerbangan berasal dari luar negeri), buku panduan penerbangan, sekaligus komunikasi dengan ATC saat terbang dengan pesawat latih menggunakan bahasa Inggris. Rata-rata sekolah penerbangan mensyaratkan kandidat memiliki score TOEFL sebesar 400. Bagaimana dengan score TOEFL kamu? Kalau masih kurang dari itu, fokus untuk meningkatkannya dengan belajar bahasa Inggris secara intensif secara otodidak atau dengan tutor.

Atasi masalah kesehatan yang dihadapi

Jebolan dari jurusan IPS bukan hambatan untuk masuk ke sekolah pilot. Dengan catatan, kamu harus terlebih dahulu mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi karena seorang calon pilot itu tidak hanya dituntut bertubuh proporsional tetapi juga berbadan sehat. Kalau terserang rabun akibat keturunan atau pola hidup buruk, lakukan operasi LASIK guna memperbaiki penglihatan. Setidaknya siapkan dana lebih kurang 15 juta Rupiah untuk operasi satu mata. Jika memiliki gigi berlubang, tambal atau cabut terlebih dahulu supaya tidak gagal dalam tes kesehatan. Namun, ketika kamu terserang penyakit jantung, ayan, dan buta warna, tidak akan bisa lolos tes kesehatan untuk masuk sekolah pilot.

Beberapa sekolah pilot terkadang tidak mempermasalahkan apakah kamu jebolan jurusan IPA atau bukan. Untuk itu, jangan terlalu cemas. Asalkan kamu mengajukan dokumen yang lengkap, mempunyai skill bahasa Inggris yang bagus, dan membuktikan diri lolos dari tes medex, peluang menjadi kadet di sekolah pilot terbuka lebar. Tak kalah penting dari itu, kamu harus menyiapkan banyak dana mengingat biaya sekolah pilot BPA, BIFA, Aero, dsb berkisar ratusan juta.