Tips Masuk Sekolah Pilot untuk Kamu yang Bukan dari Jurusan IPA

Dunia penerbangan erat kaitannya dengan perhitungan matematika & fisika. Tak heran jika kebanyakan sekolah pilot mengutamakan calon kadet merupakan jebolan jurusan IPA. Pertanyaannya adalah apakah yang berasal dari jurusan IPS harus mengubur impian jadi pilot? Tentu saja tidak. Kamu masih memiliki peluang masuk sekolah pilot meskipun bukan alumni bidang IPA. Ikuti beberapa tips berikut ini untuk memperbesar peluang masuk sekolah pilot:

Lengkapi semua dokumen yang dipersyaratkan

Mereka yang dari jurusan IPA sekalipun berpotensi gagal seleksi administrasi sekolah pilot jikalau tidak melengkapi dokumend-dokumen yang dipersyaratkan. Oleh karenanya, perbesar peluang lolos tes administrasi meski kamu dari jurusan IPS dengan melengkapi semua dokumen yang diperlukan seperti: ijazah terakhir, fotokopi KTP, akta kelahiran, SKCK, pas foto berwarna terbaru dengan background warna merah, serta surat keterangan dokter yang menyatakan bebas narkoba dan buta warna. Segera urus dokumen yang belum ada atau yang sudah habis masa berlakunya.

Daftar di sekolah yang tidak mengadakan tes akademik

Untuk menjadi siswa di sekolah penerbangan, ada sejumlah tes yang harus diikuti seperti: tes akademik (matematika & fisika), aptitude test (bakat terbang), psikotest, dan juga wawancara. Akan tetapi, tes akademik tidak diadakan oleh semua sekolah pilot. Mengingat kamu bukan jebolan jurusan IPA, sebaiknya tidak memaksakan diri mendaftar di sekolah pilot yang mengadakan tes akademik karena alasan sekolah tsb favorit banyak orang. Jika kamu gagal, biaya pendaftaran yang besarnya sekitar 13 jutaan bakalan terbuang percuma. Di samping itu, impian untuk menimba ilmu penerbangan bakal tertunda. Lebih baik cari “jalan aman” dengan mendaftarkan diri di sekolah pilot tanpa tes akademik. Bahkan, Konsultan Pendidikan Pilot terbaik pun sangat menyarankan ide ini.

Fokus meningkatkan score TOEFL

Tidak masalah jika kamu bukan dari jurusan IPA, asalkan kamu punya skill bahasa Inggris yang oke. Kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan karena bahasa pengantar (terutama jika instruktur penerbangan berasal dari luar negeri), buku panduan penerbangan, sekaligus komunikasi dengan ATC saat terbang dengan pesawat latih menggunakan bahasa Inggris. Rata-rata sekolah penerbangan mensyaratkan kandidat memiliki score TOEFL sebesar 400. Bagaimana dengan score TOEFL kamu? Kalau masih kurang dari itu, fokus untuk meningkatkannya dengan belajar bahasa Inggris secara intensif secara otodidak atau dengan tutor.

Atasi masalah kesehatan yang dihadapi

Jebolan dari jurusan IPS bukan hambatan untuk masuk ke sekolah pilot. Dengan catatan, kamu harus terlebih dahulu mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi karena seorang calon pilot itu tidak hanya dituntut bertubuh proporsional tetapi juga berbadan sehat. Kalau terserang rabun akibat keturunan atau pola hidup buruk, lakukan operasi LASIK guna memperbaiki penglihatan. Setidaknya siapkan dana lebih kurang 15 juta Rupiah untuk operasi satu mata. Jika memiliki gigi berlubang, tambal atau cabut terlebih dahulu supaya tidak gagal dalam tes kesehatan. Namun, ketika kamu terserang penyakit jantung, ayan, dan buta warna, tidak akan bisa lolos tes kesehatan untuk masuk sekolah pilot.

Beberapa sekolah pilot terkadang tidak mempermasalahkan apakah kamu jebolan jurusan IPA atau bukan. Untuk itu, jangan terlalu cemas. Asalkan kamu mengajukan dokumen yang lengkap, mempunyai skill bahasa Inggris yang bagus, dan membuktikan diri lolos dari tes medex, peluang menjadi kadet di sekolah pilot terbuka lebar. Tak kalah penting dari itu, kamu harus menyiapkan banyak dana mengingat biaya sekolah pilot BPA, BIFA, Aero, dsb berkisar ratusan juta.